Tuesday, 19 May 2015

Gunung Lanang, Sensasi Menikmati Panorama Kota Pacitan dari Ketinggian


Pacitan terkenal karena wisata alamnya terutama gua dan pantai.  Tetapi ada hal lain yang bisa dilakukan untuk menikmati keindahan alam Pacitan, yaitu mendaki gunung. Gunung di Pacitan bukanlah masuk menjadi target pendakian nasional karena hanya berupa gunung-gunung kecil dan tidak begitu tinggi. Tetapi walaupun begitu ada beberapa diantaranya yang menawarkan sensasi tersendiri karena panoramanya yang sangat indah. Salah satunya adalah Gunung Lanang, gunung yang menawarkan view panorama Kota Pacitan yang berlatar Pantai Laut Selatan.

Kawasan Puncak Gunung Lanang. Nampak di belakang adalah puncak tertinggi, belakangnya lagi adalah Gunung Batok yang biasa dipakai memasang tower repeater.
Gunung Lanang terletak di Desa Punjung Kecamatan Kebonagung Pacitan dan bisa diakses baik dengan kendaraan roda 2 maupun roda 4. Gunung Lanang hanya sekitar 17 Km dari pusat Kota Pacitan atau hanya menempuh perjalanan sekitar 30 menit. Dari Kota Pacitan kita menuju jalur Pantulor (Pacitan-Tulakan-Lorok). Awalnya jalan beraspal yang berliku dan menanjak. Sekitar 10 Km akan sampai di puncak tanjakan (stasiun relay TVRI di Wonogondo). Jalan kemudian lurus sebentar, menurun sedikit kemudian menanjak lagi. Akhir tanjakan jalan lurus sedikit, dan menjelang kelokan yang menurun perhatikan kanan jalan ada pertigaan. Nah kita harus belok kanan meninggalkan aspal mulus beralih ke jalan yang lebih sempit dengan aspal yang mulai rusak.
Salah satu spot di Gunung Lanang untuk menyaksikan pemandangan Kota Pacitan
Sekitar 200 meter dari pertigaan tadi, kita akan ketemu pertigaan lagi, ambil yang ke kanan arah Desa Punjung (ada penunjuk arahnya). Ikuti terus jalan utama sampai bertemu Balai Desa Punjung. Di depan Balai Desa belok kiri masuk jalan rabat. Ikuti jalan rabat tersebut, jika ada percabangan, ambil jalan yang menanjak. Jalan rabat kemudian berganti menjadi jalan makadam yang menanjak. Hati-hati jalan bebatuan yang kadang licin apalagi jika musim penghujan. Di akhir tanjakan sampailah kita di kawasan Gunung Lanang. Di sebelah kiri jalan adalah Gunung Batok (gunung dengan tower repeater di puncaknya), sedangkan Gunung Lanang di sebelah kanan jalan.  Untuk menuju puncak Gunung Lanang ambil jalan setapak yang ke kanan. Hanya sekitar 50 meter sampai di kaki Gunung Lanang. Motor bisa diparkir di area ini, kalau bawa mobil hanya bisa diparkir di tepi jalan. 
Kawasan punggungan Gunung Lanang dilihat dari sisi utara.
Untuk menuju kawasan puncak Gunung Lanang kita harus memutar menyisir sisi timur gunung. Ambil saja jalan setapak yang kiri. Awalnya jalur menanjak, kemudian menurun sedikit melewati tepi perkebunan warga baru memutar kekanan menanjak bukit sampai di punggungan gunung. Puncak tertinggi Gunung Lanang berupa batu yang menjulang tinggi. Untuk sampai puncak tertinggi sangat disarankan untuk menggunakan peralatan panjat karena satu-satunya cara adalah dengan memanjat tebing bebatuan yang curam. Tetapi jangan khawatir, karena kita tidak harus ke puncaknya. Zona terbaik Gunung Lanang justru di punggungan gunung sisi paling selatan.

Puncak tertinggi Gunung Lanang berupa batu yang menjulang tinggi. Untuk sampai ke atasnya butuh peralatan panjat tebing dan keahlian khusus.
Zona punggungan gunung ini tidak begitu lebar, tetapi memanjang ke selatan. Ada beberapa lokasi yang sebenarnya bisa dipakai untuk mendirikan tenda. Hanya saja karena lokasi punggungan gunung ini sangat terbuka dan minim pelindung, sehingga anginnya sangat kencang. Jika bermalam di Gunung Lanang lebih baik menggunakan bivak yang bisa dibuat berlindung disamping bebatuan yang ada di kawasan tersebut. Tetapi jika terpaksa memakai tenda, pastikan memakai tenda yang kuat. Tenda dome model kubah yang rendah lebih cocok karena lebih minimal dalam menangkap aliran angin. Pastikan juga untuk menguatkan tenda dengan pasak dan tali serta perhitungkan pula arah angin.  
Salah satu lokasi yang bisa digunakan untuk mendirikan tenda. Pastikan menggunakan tenda yang kuat, karena kawasan ini sering bertiup angin kencang.
Dari kawasan punggungan Gunung Lanang ini,saat cuaca cerah, jika kita arahkan pandangan mata kita ke sisi barat akan tampak Kota Pacitan yang dikelilingi bebukitan dan juga teluk Pacitan. Sisi selatan nampak kawasan kota kecamatan Kebonagung. Sisi timur akan nampak jajaran Gunung Limo, Watu Lanang, Gunung Gembuk, dan dikejauhan nampak juga Gunung Sepang. Sebelah utara ada Gunung Batok dan Gunung Jepen. Saat malampun, view dari Gunung Lanang ini juga tak kalah indahnya. Kota Pacitan yang bertabur gemerlap lampu-lampu menyajikan sensasi panorama alam Pacitan yang tidak mudah untuk dilupakan. 

View Kota Pacitan darri Gunung Lanang.
Jika berencana untuk berkemah di kawasan Gunung Lanang jangan lupa untuk izin dulu dengan Pemerintah Desa setempat. Bisa langsung ke Kepala Desa, ataupun melalui Karang Taruna Setempat. Karena di atas tidak ada sumber air, pastikan membawa bekal air yang cukup. Hati-hati terutama di sisi barat punggungan, karena ada jurang curam setinggi lebih dari 200 meter. Jika berminat ke puncak tertinggi, gunakan peralatan panjat tebing. Dan yang tak kalah penting, jangan buang sampah sembarangan. Bawa kembali sampah anda supaya kawasan ini tetap bersih.

Nah tunggu apalagi, liburan ya berwisata di Pacitan saja. (@rif)





Thursday, 30 April 2015

Tanamkan Cinta Budaya Jawa, Dindik Pacitan Gelar Lomba Karawitan Anak

Gempuran budaya modern ternyata tidak serta merta menghapus budaya Jawa, karena selalu ada generasi-generasi muda yang meneruskan tradisi budaya Jawa ini. Apalagi Pemerintah Dearah juga berkomitmen mendukung dan memfasilitasi upaya pelestariannya.

Peserta Lomba Karawitan SD saat berunjuk kebolehan di Pendapa Kabupaten Pacitan (Foto: Humas Pemkab Pacitan)
Seperti yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Rabu (29/04/2015), yang menggelar lomba karawitan untuk siswa SD dan Lomba Panembrama untuk guru-gurunya. Lomba tingkat kabupaten ini diikuti 12 peserta perwakilan dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Pacitan.

Dua Belas kelompok karawitan yang terdiri dari 20 hingga 25 anak ini saling beradu kreatifitas di Pandapa Kabupaten Pacitan. Gerak lincah dari tangan-tangan mungil yang cekatan menabuh perangkat gamelan nampak selaras dengan gerak para penari. Sontak kepiawian anak-anak dalam memainkan gamelan Jawa ini mengundang decak kagum dari penonton yang tumpah ruah menyaksikan perlombaan tersebut.

Menurut Kepala Bidang TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Sukatmin, kegiatan ini merupakan ajang kreatifitas bagi anak-anak dan guru. Melalui seni budaya diharapkan tertanam perilaku dan sikap yang berkharakter.

"Ajang ini merupakan agenda tahunan dan peserta terbaik memiliki kesempatan mewakili Pacitan dalam even yang sama ke tingkat lebih tinggi." Ujar Sukatmin.

Wakil Bupati Pacitan, Soedjono, saat membuka lomba tersebut mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Mantan Ketua DPRD Pacitan periode 2004-2009 ini berharap generasi muda lebih mengenal dan mencintai warisan budaya Jawa yakni karawitan.

Untuk lomba karawitan, penilaian dilakukan terhadap harmonisasi gending. Selain itu juga didasarkan pada kemampuan peraga disertai latar gerak dan medium bantu. Dan yang tidak kalah penting adalah kreatifitas penyajian dan tingkat kesulitannya. Kejuaraan akan diambil juara umum serta 5 terbaik meliputi penyaji terbaik, pengendang terbaik dan vokal terbaik. (@rif/Riz).

Tuesday, 28 April 2015

Lima Bulan Terakhir, Kerugian Bencana Di Pacitan Capai 1,58 M

Bencana alam yang terjadi di Pacitan selama 5 bulan terakhir, mulai Desember 2014 sampai April 2015 ini telah menyebabkan kerugian mencapai 1,58 Miliar rupiah. Data BPBD Pacitan, dalam rentang 5 bulan ini terjadi bencana alam baik tanah longsor, angin kencang (puting beliung) serta banjir di berbagai wilayah Pacitan. 

Salah satu rumah warga yang rusak akibat tanah longsor. (Foto: Wildan Nur Swi Harmoko)
Menurut Kepala BPBD Pacitan, Try Mudjiharto, kerusakan terparah akibat bencana menimpa rumah penduduk, dengan total 143 rumah. Kerusakan lain terjadi pada 4 ruas jalan, 6 talut sungai serta menimpa lahan pertanian, sekolah, jembatan dan drainase.

Kejadian bencana menurut mantan Kabag Umum ini hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Pacitan. Kecuali, tiga wilayah Pacitan barat yang kontur tanahnya cenderung stabil. "Selain tiga wilayah barat yakni, Donorojo, Punung dan Pringkuku, potensi bencana cukup besar. Terutama tanah longsor dan banjir", Ungkapnya.

Jika dibanding tahun 2014, dampak kerugian yang timbul akibat bencana alam  sedikit mengalami penurunan.  Dalam setahun, kerugian akibat bencana mencapai kurang lebih Rp. 35 milyar. Lebih lanjut Try Mudjiharto mengungkapkan BPBD Pacitan dalam setahun mendapat anggaran dari APBD sebesar Rp.1,9 milyar. Jumlah itu belum termasuk dana hibah sosial sebesar Rp.100 juta. Jika dibanding jumlah bencana dan dampak yang ditimbulkan, anggaran tersebut memang tidak mencukupi. Untuk memenuhinya, BPBD selalu intensif berkoordinasi dengan BPBD Provinsi maupun BNPB.(@rif/Riz)