Friday, 10 July 2015

Terinspirasi Keindahan Pacitan, Didi Kempot Ciptakan Lagu "Pantai Klayar"

"Tulung sawangen, sawangen aku sing nandhang rindhu.
Oh tulung muliha, senadyan sedela aku wis rila.
Samar, ati iki samar yen nganti kowe lali janjimu ning Pantai Klayar.
Samar, ati iki samar yen nganti kowe tega ninggal aku ganti pacar. Ouoo

Sedela wae aku ora bisa, adoh kowe nengapa ninggalke lunga.
Sekedhep aku ora lila, yen kowe nganti gandheng karo wong liya. Ouoo

Tulung sawangen, sawangen aku sing nandhang rindu.
Oh tulung muliha, senadyan sedela aku wis rila.
Samar, ati iki samar yen nganti kowe lali janjimu ning Pantai Klayar.
Samar, ati iki samar yen nganti kowe tega ninggal aku ganti pacar. Ouoo

Sedela wae aku ora bisa, adoh kowe nengapa ninggalke lunga.
Sekedhep aku ora lila, yen kowe nganti gandheng karo wong liya. Ouoo

Birune segara kutha Pacitan, nyimpen janjimu seprene ra bisa ilang.
Birune segara kutha Pacitan, Pantai Klayar sing nyimpen sewu kenangan. Ouoo..."




Lirik diatas merupakan lirik lagu Pantai Klayar yang diciptakan dan dinyanyikan sendiri oleh seniman yang sangat terkenal terutama bagi masyarakat Jawa, yaitu Didi Kempot. Seniman yang sering menciptakan lagu tentang berbagai tempat ini mendedikasikan lagu Pantai Klayar ini untuk Bupati dan masyarakat Kabupaten Pacitan.

Lagu Pantai Klayar yang berbahasa Jawa ini sudah bisa dinikmati video klipnya di youtube. Video klip berdurasi 5.23 menit ini mengambil seting lokasi di Pantai Klayar dan Pendapa Kabupaten Pacitan. Yang istimewa dari video klip Pantai Klayar ini adalah model video klip diantaranya adalah Bupati Pacitan, Indartato beserta istrinya Luki Tri Baskorowati.

Nah, bagi masyarakat Pacitan dan terutama penggemar Didi Kempot, berikut link youtube video klip Pantai Klayar yang diunggah oleh pemilik akun bernama Andry Barca.

Pantai Klayar, Vokal: Didi Kempot




Thursday, 25 June 2015

5 Amazing of Pacitan

Pacitan adalah Kabupaten kecil di ujung barat-selatan Provinsi Jawa Timur. Tetapi walaupun Pacitan hanya kabupaten kecil yang dulunya juga terpencil, tempat kelahiran Presiden RI ke-6 ini ternyata banyak terdapat destinasi wisata alam yang sangat menakjubkan. Dan destinasi wisata alam yang menakjubkan itu ternyata mempunyai kontribusi yang besar  dalam mengubah Pacitan dari daerah yang dulunya terpencil, menjadi salah satu tujuan wisata unggulan Jawa Timur bahkan Indonesia.

Nah, berikut ini adalah 5 destinasi wisata alam yang menakjubkan di Pacitan yang dirangkum dalam 5 Amazing of Pacitan. Destinasi wisata alam ini dipilih berdasarkan keindahan, keunikan, maupun dimensinya yang mengagumkan baik lingkup Pulau Jawa, lingkup Indonesia bahkan dunia.

1.  Gua Gong

Gua Gong terletak di Desa Bomo Kecamatan Punung. Gua Gong dimasukkan ke jajaran 5 Amazing of Pacitan karena merupakan gua terindah se-Asia Tenggara. Keindahan Gua Gong terletak pada bentuk stalagtit dan stalagmitnya serta ornamen gua lainnya yang bagaikan membentuk istana di dalam bumi. Apalagi stalagtit dan stalagmit gua gong merupakan stalagtit dan stalagmit hidup yang masih terus tumbuh. Selain ornamen guanya yang indah, gua gong yang berkedalaman sekitar 250 meter ini juga terdapat beberapa sendang (danau kecil) yang berair sangat jernih dan menyegarkan.


Gua Gong, gua terindah se-Asia Tenggara
Saat ini gua gong sudah diberi lampu lighting berwarna-warni untuk memberi penerangan bagi pengunjung yang masuk . Kawasan wisata Gua Gong pun sudah dibangun area khusus buat pedagang makanan-minuman maupun souvenir, toilet, dan parkir.  Untuk gua dengan keindahan kelas dunia, tarif masuk Gua Gong terhitung masih sangat murah.

Baca juga : Tarif Baru Obyek Wisata Pacitan,Berlaku Mulai 1 Juni 2015

Akses menuju Gua Gong terhitung sangat mudah dengan jalan yang lebar dan beraspal mulus. Dari jalur bus Pacitan-Solo cari pertigaan barat Masjid Besar Punung. Dari situ sudah ada petunjuk arah menuju Gua Gong yang berjarak sekitar 8 Km dari pertigaan tersebut.

Ulasan tentang Gua Gong, baca: Gua Gong Pacitan, Gaungnya Semakin Mendunia


2. Gua Luweng Jaran

Gua Luweng Jaran masuk ke jajaran 5 Amazing of Pacitan karena merupakan gua terpanjang se-Indonesia. Gua yang terletak di Desa Jlubang Kecamatan Pringkuku ini juga terdaftar dalam jajaran gua-gua terpanjang se-Dunia dengan panjang sekitar 25 Km.


Gua Luweng Jaran, gua terpanjang se-Indonesia
Pintu masuk Gua Luweng Jaran berupa celah sempit di aliran sungai sehingga berbahaya jika dimasuki pada saat musim penghujan. Pintu masuknya vertikal berupa luweng (sumuran) setinggi 12 meter. Masuk lorong datar sedikit kemudian turun lagi sedalam 30 meteran baru horizontal. Dibutuhkan teknik dan peralatan khusus untuk masuk goa ini sehingga goa ini tidak dibuka untuk umum.

Gua Luweng Jaran terletaak di Desa Jlubang Kecamata Pringkuku. Akses menuju Gua Luweng Jaran melewati jalan-jalan perkampungan sehingga bagi yang belum pernah kesana harus lebih banyak bertanya pada warga setempat. Panduannya jika dari jalur bus Pacitan-Solo sampai pertigaan Pringkuku atau bisa juga dari pertigaan barat pasar Ngadirejan, masuk jalan jurusan Jlubang. Ikuti jalan utama sampai bertemu pertigaan yang ada patung kuda. Ikuti jalan yang ada patung kudanya, nah mulai dari sini sering-seringlah bertanya pada penduduk lokal.

Ulasan tentang Luweng Jaran, baca: Luweng Jaran, GuaDi Pacitan Ini Terpanjang Se-Indonesia

3. Pantai Klayar

Pantai Klayar masuk jajaran 5 amazing of Pacitan karena keindahannya yang sudah terkenal baik Nasional maupun Internasional. Bahkan situs traveling tripadvisor memasukkan Pantai Klayar dalam 10 Pantai Indonesia pilihan traveler.( http://www.tripadvisor.com/TravelersChoice-Beaches-cTop-g294225).


Pantai Klayar, masuk jajaran 10 pantai terindah se-Indonesia
Daya tarik utama Pantai Klayar adalah pantainya yang berpasir putih dengan batu-batuan karang yang berpadu dengan batuan karts. Selain itu di Pantai Klayar juga terdapat Seruling Samudera (ocean flute) yang membuat ciri khas tersendiri. Seruling Samudera terbentuk dari ombak yang menerobos dari bawah celah-celah karang. Menyembur ke atas semacam air mancur diiringi suara mirip bunyi seruling.

Pantai klayar terletak di Desa Sendang Kecamatan Donorojo. Untuk rute menuju Pantai Klayar silahkan baca: Rute-Rute MenujuPantai Klayar Pacitan 


4. Gua Tabuhan

Gua Tabuhan terpilih masuk dalam jajaran 5 amazing of Pacitan karena merupakan gua terunik di dunia. Keunikannya yang tiada duanya di dunia ini terletak pada ornamennya yang ketika dipukul, bisa mengeluarkan bunyi-bunyian yang selaras dengan alat musik Jawa (gamelan). Hanya dengan tambahan kendang, maka ornamen Gua Tabuhan bisa disulap menjadi pagelaran musik tradisional. Apalagi jika ditambah lantunan nyanyian pesinden, menjadikan harmonisasi yang sangat mempesona. 

Gua Tabuhan, gua terunik se-dunia
Lokasi Gua Tabuhan masuk wilayah Dusun Tabuhan, Desa Wereng, Kecamatan Punung, sekitar 35 Km dari pusat kota Pacitan. Gua ini termasuk salah satu situs peninggalan prasejarah dan disinyalir pernah didiami manusia purba. Hasil penelitian membuktikan bahwa gua ini telah dihuni manusia purba sejak sekitar 50 ribu tahun yang lalu.


5. Gua Luweng Ombo

Gua Luweng Ombo masuk jajaran 5 Amazing of Pacitan karena merupakan gua vertikal terdalam se-pulau Jawa.  Titik terdalamnya sekitar 120 meter dan diameter lubang atas-nya sekitar 50 meter. Semakin ke bawah diameternya semakin melebar lagi mencapai di sekitar 170 meter. 

Gua Luweng Ombo, gua vertikal terdalam se-Jawa
Terbentuknya Luweng Ombo jika ditinjau dari Speleologi (ilmu yang mempelajari tentang gua), terjadi karena Collapse Sink, yaitu runtuhnya atap gua karena erosi pada dinding batu kapur akibat proses kimiawi. Teori ini bisa dibuktikan dengan adanya material runtuhan yang masih banyak dijumpai di dasar Luweng Ombo yang membentuk sebuah bukit kecil. Dari sini dapat disimpulkan bahwa Luweng Ombo awalnya bukanlah gua vertikal, melainkan sebuah gua horisontal atau sungai bawah tanah yang mengalami Collapse Sink. Hal ini diperkuat dengan adanya lorong-lorong horizontal yang salah satunya sudah dieksplorasi sepanjang lebih dari satu kilometer. Tetapi karena masuk guanya harus turun puluhan bahkan mencapai 120 meter di titik terdalam, Gua Luweng Ombo lebih dikenal sebagai gua vertikal.

Luweng Ombo sendiri masuk wilayah Desa Kalak, Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan. Untuk menuju luweng ombo akses paling mudah adalah dari ruas jalan Pacitan- Yogya. Jika dari arah Pacitan, sesampainya di pertigaan Bleruk (persimpangan jalan Pacitan-Solo dengan Pacitan –Yogya) belok kiri mengikuti jalur ke Yogya. Nanti ada pertigaan dengan penunjuk arah ke Kalak. Ikuti sesuai penunjuk arah tersebut  sampai ketemu gapura Desa kalak. Nah dari gapura ini sekitar 200 meter sampailah di lokasi Gua Luweng Ombo.



Nah, itulah 5 destinasi wisata alam di Pacitan yang sangat menakjubkan yang dirangkum dalam 5 Amazing of Pacitan. Dari kelimanya ada yang sudah dibuka menjadi obyek wisata yaitu Gua Gong, Gua Tabuhan, dan Pantai Klayar. Sedangkan Gua Luweng Ombo dan Gua Luweng Jaran merupakan obyek wisata minat khusus yang hanya bisa diakses dengan ketrampilan dan peralatan khusus. Lebih menakjubkan lagi dari 5 Amazing of Pacitan ini, kelimanya juga tercatat sebagai situs-situs Geopark Gunung Sewu yang merupakan situs alam warisan dunia.

Ayo berwisata di Pacitan saja, dan jangan lupa buanglah sampah pada tempatnya. (@rif)

Wednesday, 27 May 2015

Tarif Baru Obyek Wisata Pacitan, Berlaku Mulai 1 Juni 2015

Semakin meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Pacitan beberapa tahun terakhir ini, yang berdampak pada indeks harga dan perkembangan perekonomian masyarakat,  membuat Pemkab Pacitan merasa perlu meninjau ulang besaran tarif retribusi tempat rekreasi dan olahraga.

Pantai Banyu Tibo di Desa Widoro Kecamatan Donorojo Pacitan
Peninjauan tarif retribusi ini akhirnya ditetapkan dengan Peraturan Bupati Pacitan Nomor 20 Tahun 2015 Tentang Penetapan Tarif Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Adapun tarif baru yang mulai diberlakukan mulai 1 Juni 2015 adalah sebagai berikut:

Pantai Pancer
Hari biasa 
anak : 2.500,-
dewasa : 3.500,-
Sabtu/Minggu dan Hari Libur Nasional
anak : 4.000,-
dewasa : 5.000,-

Pantai Srau
Hari biasa 
anak : 2.000,-
dewasa : 3.000,-
Sabtu/Minggu dan Hari Libur Nasional
anak : 3.000,-
dewasa : 5.000,-

Pantai Klayar
Hari biasa 
anak : 5.000,-
dewasa : 7.000,-
Sabtu/Minggu dan Hari Libur Nasional
anak : 5.000,-
dewasa : 10.000,-

Pantai Watukarung
Hari biasa 
anak : 2.000,-
dewasa : 3.000,-
Sabtu/Minggu dan Hari Libur Nasional
anak : 3.000,-
dewasa : 5.000,-

Pantai Taman Hadiwarno
Hari biasa 
anak : 2.000,-
dewasa : 3.000,-
Sabtu/Minggu dan Hari Libur Nasional
anak : 3.000,-
dewasa : 5.000,-

Pantai Soge Sidomulyo
Hari biasa 
anak : 2.000,-
dewasa : 3.000,-
Sabtu/Minggu dan Hari Libur Nasional
anak : 3.000,-
dewasa : 5.000,-

Pantai Dhaki - Bawur
Hari biasa 
anak : 2.000,-
dewasa : 3.000,-
Sabtu/Minggu dan Hari Libur Nasional
anak : 3.000,-
dewasa : 5.000,-

Pantai Buyutan - Widoro
Hari biasa 
anak : 2.000,-
dewasa : 3.000,-
Sabtu/Minggu dan Hari Libur Nasional
anak : 3.000,-
dewasa : 5.000,-

Pantai Dangkal - Worawari
Hari biasa 
anak : 2.000,-
dewasa : 3.000,-
Sabtu/Minggu dan Hari Libur Nasional
anak : 3.000,-
dewasa : 5.000,-

Gua Gong
Hari biasa 
anak : 5.000,-
dewasa : 10.000,-
Sabtu/Minggu dan Hari Libur Nasional
anak : 5.000,-
dewasa : 12.000,-

Gua Tabuhan
Hari biasa 
anak : 3.000,-
dewasa : 5.000,-
Sabtu/Minggu dan Hari Libur Nasional
anak : 5.000,-
dewasa : 7.000,-

Pemandian Banyu Anget
Hari biasa 
anak : 5.000,-
dewasa : 10.000,-
Sabtu/Minggu dan Hari Libur Nasional
anak : 5.000,-
dewasa : 10.000,-


  • Tarif berlaku untuk 1 kali masuk.
  • Tarif sudah termasuk asuransi jasa raharja
  • Untuk wisata rombongan, mendapat keringanan tarif setiap kelipatan 10 orang gratis 1 orang.


Untuk Jasa Wisata:
SPA Pemandian Banyu Anget (per 1 jam)
Hari biasa : 10.000
Sabtu/Minggu dan Hari Libur Nasional : 15.000,-

Bath Up Banyu Anget (per 1 jam)
Hari biasa : 10.000
Sabtu/Minggu dan Hari Libur Nasional : 15.000,-

Perahu Motor Pancer (per 1 kali pakai)
Hari biasa : 10.000
Sabtu/Minggu dan Hari Libur Nasional : 10.000,-










Tuesday, 19 May 2015

Upacara Adat Jangkrik Genggong

Salah satu khasanah budaya khas Pacitan adalah Upacara Adat Jangkrik Genggong. Upacara adat yang diselenggarakan di lokasi TPI Tawang Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo Pacitan ini diadakan setiap hari Anggara Kasih (Selasa Kliwon) di Bulan Longkang (Dulkangidah). Upacara adat diawali dengan penampilan tari kontemporer yang menggambarkan sejarah upacara adat itu sendiri.

Tari kontemporer sebagai hiburan pembuka sebelum acara inti.
Kemudian acara dilanjutkan dengan arakan sesaji. Arakan dimulai dari pendapa tempat dilangsungkannya acara initi, menuju tempat ritual di bawah pohon beringin yang tumbuh ditengah TPI Tawang. Paraga yang melaksanakan ritual mengusung sesaji dengan dipikul, kemudian ada seorang tetua yang melaksanakan doa-doa ritual.


Arak sesaji, salah satu ritual upacara adat Jangkrik Genggong.
Setelah doa-doa ritual selesai, warga dan pengunjung pun berebut mengambil sesaji ritual seperti ingkung ayam dan berbagai sesaji lainnya. Acara dilanjutkan dengan tari gambyong sebagai tari pembuka. Setelahnya baru acara inti yaitu semacam tari tayub dengan lima penari pria yang menari bergantian. Kelima penari pria tersebut merupakan pengejawantahan dari pepunden mereka yaitu Rogo Bahu, Gadhung Melati, Gambir Anom, Sumur Wungu dan Wono Caki.

Acara inti Jangkrik Genggong adalah tari tayub.
Untuk yang terakhir yaitu yang untuk pengejawantahan dari Wono Caki, diiringi gendhing (lagu) Jangkrik Genggong yang merupakan roh dari acara adat ini. Upacara adat Jangkrik Genggong biasanya berlangsung mulai siang sampai malam harinya. (@rif)

Pacitan Kembangkan Budidaya Tambak Udang Ramah Lingkungan

Setelah beberapa waktu lalu tambak udang mulai diberkembangkan di Pacitan, kini untuk pertama kalinya tambak udang dikembangkan dengan sistem cluster. Sistem cluster ini merupakan konsep pemberdayaan masyarakat yang berbasis lingkungan. Tentunya berbeda dengan sistem tambak pada umumnya, karena sistem cluster ini mengedepankan aspek pelestarian lingkungan.
Panen udang di kawasan Pantai Soge Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo.
Tambak udang sistem cluster diprakarsai oleh Politeknik Perikanan Sidoarjo. Selain pembangunan tanggul penahan air laut, dalam sistem ini juga dilengkapi penanaman sabuk hijau serta pengelolaan air limbah dengan memanfaatkan hutan bakau.

Endang Suhedi, Direktur Politeknik Perikanan Sidoarjo menjelaskan bahwa cara yang baru ini membutuhkan kesabaran petani tambak. Dalam pengelolaannya mengedepankan daya dukung serta memperhatikan lingkungan untuk jangka panjang, sehingga hasil panen tidak dapat langsung dinikmati.

Sementara itu Bupati Pacitan, Indartato usai peletakan batu pertama pembangunan tambak udang mengatakan bahwa keberadaan tambak udang sistem cluster ini diharapkan bukan hanya menciptakan lapangan kerja baru, namun juga bisa menjadi media pembelajaran bagi masyarakat wilayah lain yang ingin menimba ilmu. Indartato juga berpesan agar pelaksanaan proyek selalu mengindahkan azas taat hukum sehingga nantinya tidak memicu persoalan.

Tambak udang sistem cluster ini dibangun di kawasan Pantai Sidomulyo, Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo. Dari lahan seluas 7 hektar hanya dimanfaatkan 2 hektar untuk pembangunan tambak. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keberlangsungannya di masa mendatang. (@rif/Pur/Riz).

Gunung Lanang, Sensasi Menikmati Panorama Kota Pacitan dari Ketinggian


Pacitan terkenal karena wisata alamnya terutama gua dan pantai.  Tetapi ada hal lain yang bisa dilakukan untuk menikmati keindahan alam Pacitan, yaitu mendaki gunung. Gunung di Pacitan bukanlah masuk menjadi target pendakian nasional karena hanya berupa gunung-gunung kecil dan tidak begitu tinggi. Tetapi walaupun begitu ada beberapa diantaranya yang menawarkan sensasi tersendiri karena panoramanya yang sangat indah. Salah satunya adalah Gunung Lanang, gunung yang menawarkan view panorama Kota Pacitan yang berlatar Pantai Laut Selatan.

Kawasan Puncak Gunung Lanang. Nampak di belakang adalah puncak tertinggi, belakangnya lagi adalah Gunung Batok yang biasa dipakai memasang tower repeater.
Gunung Lanang terletak di Desa Punjung Kecamatan Kebonagung Pacitan dan bisa diakses baik dengan kendaraan roda 2 maupun roda 4. Gunung Lanang hanya sekitar 17 Km dari pusat Kota Pacitan atau hanya menempuh perjalanan sekitar 30 menit. Dari Kota Pacitan kita menuju jalur Pantulor (Pacitan-Tulakan-Lorok). Awalnya jalan beraspal yang berliku dan menanjak. Sekitar 10 Km akan sampai di puncak tanjakan (stasiun relay TVRI di Wonogondo). Jalan kemudian lurus sebentar, menurun sedikit kemudian menanjak lagi. Akhir tanjakan jalan lurus sedikit, dan menjelang kelokan yang menurun perhatikan kanan jalan ada pertigaan. Nah kita harus belok kanan meninggalkan aspal mulus beralih ke jalan yang lebih sempit dengan aspal yang mulai rusak.
Salah satu spot di Gunung Lanang untuk menyaksikan pemandangan Kota Pacitan
Sekitar 200 meter dari pertigaan tadi, kita akan ketemu pertigaan lagi, ambil yang ke kanan arah Desa Punjung (ada penunjuk arahnya). Ikuti terus jalan utama sampai bertemu Balai Desa Punjung. Di depan Balai Desa belok kiri masuk jalan rabat. Ikuti jalan rabat tersebut, jika ada percabangan, ambil jalan yang menanjak. Jalan rabat kemudian berganti menjadi jalan makadam yang menanjak. Hati-hati jalan bebatuan yang kadang licin apalagi jika musim penghujan. Di akhir tanjakan sampailah kita di kawasan Gunung Lanang. Di sebelah kiri jalan adalah Gunung Batok (gunung dengan tower repeater di puncaknya), sedangkan Gunung Lanang di sebelah kanan jalan.  Untuk menuju puncak Gunung Lanang ambil jalan setapak yang ke kanan. Hanya sekitar 50 meter sampai di kaki Gunung Lanang. Motor bisa diparkir di area ini, kalau bawa mobil hanya bisa diparkir di tepi jalan. 
Kawasan punggungan Gunung Lanang dilihat dari sisi utara.
Untuk menuju kawasan puncak Gunung Lanang kita harus memutar menyisir sisi timur gunung. Ambil saja jalan setapak yang kiri. Awalnya jalur menanjak, kemudian menurun sedikit melewati tepi perkebunan warga baru memutar kekanan menanjak bukit sampai di punggungan gunung. Puncak tertinggi Gunung Lanang berupa batu yang menjulang tinggi. Untuk sampai puncak tertinggi sangat disarankan untuk menggunakan peralatan panjat karena satu-satunya cara adalah dengan memanjat tebing bebatuan yang curam. Tetapi jangan khawatir, karena kita tidak harus ke puncaknya. Zona terbaik Gunung Lanang justru di punggungan gunung sisi paling selatan.

Puncak tertinggi Gunung Lanang berupa batu yang menjulang tinggi. Untuk sampai ke atasnya butuh peralatan panjat tebing dan keahlian khusus.
Zona punggungan gunung ini tidak begitu lebar, tetapi memanjang ke selatan. Ada beberapa lokasi yang sebenarnya bisa dipakai untuk mendirikan tenda. Hanya saja karena lokasi punggungan gunung ini sangat terbuka dan minim pelindung, sehingga anginnya sangat kencang. Jika bermalam di Gunung Lanang lebih baik menggunakan bivak yang bisa dibuat berlindung disamping bebatuan yang ada di kawasan tersebut. Tetapi jika terpaksa memakai tenda, pastikan memakai tenda yang kuat. Tenda dome model kubah yang rendah lebih cocok karena lebih minimal dalam menangkap aliran angin. Pastikan juga untuk menguatkan tenda dengan pasak dan tali serta perhitungkan pula arah angin.  
Salah satu lokasi yang bisa digunakan untuk mendirikan tenda. Pastikan menggunakan tenda yang kuat, karena kawasan ini sering bertiup angin kencang.
Dari kawasan punggungan Gunung Lanang ini,saat cuaca cerah, jika kita arahkan pandangan mata kita ke sisi barat akan tampak Kota Pacitan yang dikelilingi bebukitan dan juga teluk Pacitan. Sisi selatan nampak kawasan kota kecamatan Kebonagung. Sisi timur akan nampak jajaran Gunung Limo, Watu Lanang, Gunung Gembuk, dan dikejauhan nampak juga Gunung Sepang. Sebelah utara ada Gunung Batok dan Gunung Jepen. Saat malampun, view dari Gunung Lanang ini juga tak kalah indahnya. Kota Pacitan yang bertabur gemerlap lampu-lampu menyajikan sensasi panorama alam Pacitan yang tidak mudah untuk dilupakan. 

View Kota Pacitan darri Gunung Lanang.
Jika berencana untuk berkemah di kawasan Gunung Lanang jangan lupa untuk izin dulu dengan Pemerintah Desa setempat. Bisa langsung ke Kepala Desa, ataupun melalui Karang Taruna Setempat. Karena di atas tidak ada sumber air, pastikan membawa bekal air yang cukup. Hati-hati terutama di sisi barat punggungan, karena ada jurang curam setinggi lebih dari 200 meter. Jika berminat ke puncak tertinggi, gunakan peralatan panjat tebing. Dan yang tak kalah penting, jangan buang sampah sembarangan. Bawa kembali sampah anda supaya kawasan ini tetap bersih.

Nah tunggu apalagi, liburan ya berwisata di Pacitan saja. (@rif)